Semarak Hari Anak Nasional di SMK PAMOR CIKAMPEK : Melestarikan Kebudayaan Lewat Engklek, Gobak Sodor, dan Rangku Alu
SMK Pamor — Suasana di lingkungan SMK Pamor tampak berbeda dan jauh lebih meriah dari biasanya. Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, SMK Pamor menggelar festival permainan tradisional yang melibatkan seluruh siswa, guru, dan warga sekolah.
Di tengah gempuran era digital dan ketergantungan pada gawai (smartphone), kegiatan ini hadir sebagai sarana nostalgia sekaligus ajang untuk mempererat tali silaturahmi, menanamkan nilai kerja sama, serta melestarikan warisan budaya Nusantara.
Tiga Permainan Legendaris yang Menguji Ketangkasan
Festival ini menghadirkan tiga permainan tradisional utama yang disebar di beberapa sudut lapangan sekolah:
1. Engklek: Uji Keseimbangan dan Fokus

Di sudut lapangan, area garis berpetak-petak telah disiapkan menggunakan kapur berwarna. Permainan Engklek menjadi ajang pembuktian keseimbangan dan fokus para siswa.
Setiap peserta melompat menggunakan satu kaki dari satu petak ke petak lainnya sembari menjaga agar tidak menginjak garis. Gelak tawa pecah ketika ada peserta yang goyah atau kehilangan keseimbangan saat mencoba mengambil gacuk (batu/pecahan genting) mereka.
2. Rangku Alu: Irama, Kelincahan, dan Konsentrasi

Bergeser ke area tengah, benturan bambu yang berirama menandai dimulainya permainan Rangku Alu, permainan tradisional yang berasal dari Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Empat orang bertugas memegang dan menggerakkan empat batang bambu sesuai ketukan nada, sementara pemain lainnya melompat di sela-sela bambu tersebut. Permainan ini sukses menyedot perhatian banyak penonton karena membutuhkan kecermatan, ritme yang pas, dan kelincahan penuh agar kaki pemain tidak terjepit bambu.
3. Gobak Sodor (Galasin): Strategi dan Kerja Sama Tim
Sebagai puncak acara, pertandingan Gobak Sodor atau yang dikenal juga dengan nama Galasin digelar di lapangan utama. Permainan ini dipenuhi oleh sorak-sorai dan jeritan heboh dari para penonton.

Taktik saling mengecoh, adu kecepatan lari, serta kerapatan benteng pertahanan antar-kelompok membuat jalannya pertandingan berlangsung sangat sengit. Gobak Sodor menjadi simbol nyata dari pentingnya komunikasi, strategi, dan kerja sama tim.
Mengembalikan Keceriaan Masa Remaja
Kepala SMK Pamor menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa momentum Hari Anak Nasional adalah waktu yang tepat untuk mengingatkan para siswa bahwa bersosialisasi secara langsung di dunia nyata sangat penting bagi tumbuh kembang mental dan emosional mereka.
“Hari Anak Nasional bukan hanya milik anak-anak usia dini atau SD, tetapi juga milik remaja SMK. Melalui permainan tradisional ini, kita ingin siswa-siswi SMK Pamor sejenak melepaskan diri dari layar HP, bergerak aktif, tertawa bersama, dan bangga akan budaya asli Indonesia,” ujar beliau di sela-sela kegiatan.
Penutupan yang Hangat
Kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang untuk berbagai kategori hiburan, seperti Tim Galasin Ter-terpuji, Pemain Engklek Ter-seimbang, hingga Tim Rangku Alu Ter-kompak.
Kemeriahan peringatan Hari Anak Nasional di SMK PAMOR ini membuktikan bahwa permainan tradisional tidak pernah kehilangan pesonanya. Selain menyehatkan fisik, permainan-permainan ini sukses menghadirkan gelak tawa dan kenangan manis yang tak terlupakan bagi seluruh warga sekolah.